Home » , , » Genre Musik Seni

Genre Musik Seni

Written By Unknown on Senin, 18 September 2017 | 11.58

Musik adalah suatu hiburan yang bisa membuat kita bahagia dikala galau, sedih maupun senang. Dengan mendengarkan musik orang yang tadinya galau ataupun sedih akan menjad bahagia. Dan bagi kebanyakan orang mendengarkan musik adalah bagian dari hobi karena hanya musik lah yang paling mengerti keadaan kita saat ini. Dibalik banyak nya genre musik, pasti ada seseorang yang hanya menyukai genre tertentu. Namun tak sedikit juga yang menyukai semua genre musik. Kali ini saya akan membagikan beberapa info tentang genre musik yang saya ketahui setelah berselancar di google. Berikut genrenya, cekidoottt...

Secara umum, musik dikelompokkan menurut kegunaannya, yang dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu Musik Seni, Musik Populer, dan Musik Tradisional. Tapi kali ini kita hanya akan membahas musik seni. Apakah musik seni itu?

Musik Seni (Art Music)
Musik Seni atau sering disebut juga Musik Serius adalah sebuah istilah pengelompokan jenis musik yang mengacu pada teori bentuk musik Klasik Eropa atau jenis-jenis musik etnik lainnya yang di serap atau diambil sebagai dasar komposisinya. Berbeda dengan musik Populer atau musik masa, musik jenis ini biasanya tidak lekang dimakan waktu, sehingga bertahan berabad-abad lamanya. Tokoh-tokoh komponis Indonesia yang menciptakan jenis musik seperti ini antara lain: Amir Pasaribu, Tri Suci Kamal, Slamet Abdul Syukur, Rahayu Supanggah, Otto Sidharta, Tony Prabowo, Michael Asmara, I Wayan Sadre, Iwan Gunawan, Dody Satya E. Gustdiman dsb.

Musik klasik
Musik klasik biasanya merujuk pada musik klasik Eropa, tapi kadang juga pada musik klasik Persia, India, dan lain-lain. Musik klasik Eropa sendiri terdiri dari beberapa periode, misalnya barok, klasik, dan romantik. Musik klasik merupakan istilah luas, biasanya mengacu pada musik yang berakar dari tradisi kesenian Barat, musik kristiani, dan musik orkestra, mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21.

Musik klasik Eropa dibedakan berdasarkan dari bentuk musiknya, non-Eropa dan musik populer terutama oleh sistem notasi musiknya, yang sudah digunakan sejak abad ke-16. Notasi musik barat digunakan oleh komponis untuk memberi petunjuk kepada pembawa musik mengenai tinggi nada, kecepatan, metrum, ritme individual, dan pembawaan tepat suatu karya musik. Hal ini membatasi adanya praktik-praktik seperti improvisasi dan ornamentasi ad libitum yang sering didengar pada musik non-Eropa (bandingkan dengan musik klasik India dan musik tradisional Jepang) maupun musik populer.

Dahulu musik klasik di Eropa terutama digunakan untuk keperluan lagu di Gereja ataupun lagu untuk pengiringan Raja. Sejalan dengan perkembangan, mulai juga bermunculan musik klasik yang digunakan untuk keperluan lain, seperti misalnya musik klasik yang menggambarkan visual secara audio, contohnya lagu Cat and Mouse yang menggambarkan kucing mengejar tikus.

0 komentar:

Posting Komentar